Infeksi kandung kemih atau dikenal sebagai cystitis adalah salah satu
penyakit paling umum yang menyerang wanita. Secara normal, air kencing atau
urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman
yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran
kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu Mikro-organisme
terbanyak sebagai penyebab ISK adalah Escherichia coli sebanyak 50-90%, lalu
berturut-turut disusul Klebsiella atau Enterobacter, Proteus, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus
epidermidis, Enterococci, Candida albicans dan Staphylococcus
aureus.
Adapun jenis virus yang
dapat menyebabkan ISK adalah Adenovirus (diduga sebagai penyebab infeksi
kandung kemih)
Pertama tama, bakteri
akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan
terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri
naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih
akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini
tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi
ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.
Tujuan pengobatan:
-
Menghilangkan bakteri penyebab Infeksi Saluran Kemih
-
Menanggulangi keluhan (gejala)
-
Mencegah kemungkinan gangguan organ (terutama
ginjal)
-
Upaya di atas dilakukan dengan menggunakan obat
yang sensitif, murah, aman, dan efek samping minimal
Tatacara pengobatan:
-
Menggunakan pengobatan dosis tunggal
-
Menggunakan pengobatan jangka pendek antara 10-14
hari
-
Menggunakan pengobatan jangka panjang, 4-6 minggu
-
Menggunakan pengobatan pencegahan (profilaksis)
dosis rendah
-
Menggunakan pengobatan supresif, yakni pengobatan
lanjutan jika pemberantasan (eradikasi) bakteri belum memberikan hasil,
terutama pada kasus ISK yang disertai dengan sumbatan (obstruksi) saluran
kencing.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar