Jumat, 07 Februari 2014

Risiko yang terjadi Akibat Cystitis



Bakteri cystitis terjadi ketika saluran kemih biasanya steril rendah (uretra dan kandung kemih) yang terinfeksi oleh bakteri dan menjadi iritasi dan meradang. Hal ini sangat umum.  

Kondisi ini sering mempengaruhi wanita aktif seksual usia 20 sampai 50 tetapi juga bisa terjadi pada mereka yang tidak aktif secara seksual atau pada anak perempuan muda. orang dewasa yang lebih tua juga berisiko tinggi untuk mengembangkan sistitis, dengan kejadian pada orang tua yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih muda.

Risiko untuk cystitis meliputi obstruksi kandung kemih atau uretra dengan stagnasi resultan dari urin, penyisipan instrumen ke dalam saluran kemih (seperti kateterisasi atau cystoscopy), kehamilan, diabetes, dan sejarah nefropati analgesik atau nefropati refluks.  

Kekurangan cairan yang memadai, inkontinensia usus, imobilitas atau penurunan mobilitas dan penempatan di sebuah panti jompo adalah situasi yang menempatkan orang pada peningkatan risiko untuk cystitis.

Cystitis lebih banyak pada wanita dari pada laki – laki, hal ini karena uretra wanita lebih pendek dan lebih dekat dengan anus. Mikroorganisme naik ke bledder pada wktu miksi karena tekanan urine. Dan  selama miksi terjadi refluks ke dalam kandung kemih setelah mengeluarkan urine.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar