Jumat, 14 Februari 2014

Diagnosa Radang Panggul



RadangPanggul atau PID sulit untuk didiagnosis karena  gejalanya sering  halus dan ringan. Banyak episode PID tidak terdeteksi karena wanita atau penyedia layanan kesehatan gagal untuk mengenali implikasi dari gejala-gejala ringan atau spesifik. Karena tidak ada tes yang tepat untuk PID, diagnosis biasanya berdasarkan temuan klinis.

Jika ada gejala seperti sakit perut bagian bawah, penyedia layanan kesehatan harus melalukan pemeriksaan fisik untuk menentukan sifat dan lokasi rasa sakit dan memeriksa demam, cairan vagina atau leher rahim normal, dan untuk mendapatkan bukti infeksi gonorrheal atau klamidia. Jika temuan menunjukan PID, pengobatan diperlukan.

Penyedia layanan kesehatan juga dapat melekukan tes untuk mengidentifikasi organism penyebab infeksi (misalnya, infeksi klamidia atau gonorrheal) atau untuk membedakan antara PID dan masalah lain dengan gejala yang sama. USG panggul merupakan prosedur untuk membantu mendiagnosa PID.

Dengan USG kita dapat melihat daerah panggul dan melihat apakah saluran tuba membesar atau apakah ada abses. Dalam beberapa kasus, laparoskopi mugkin diperlukan  untuk menkonfirmasikan diagnosis. Laparoskopi adalah prosedur pembedahan dimana suatu tabung, tipis kaku dengan ujung menyala dan kamera (laparoskop) dimasukan melalui sayatan kecil diperut. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat organ panggul internal dan untiuk mengambil specimen untuk penelitian laboratorium, jika diperlukan.


Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar