RadangPanggul atau PID sulit untuk didiagnosis karena gejalanya
sering halus dan ringan. Banyak episode PID tidak terdeteksi karena
wanita atau penyedia layanan kesehatan gagal untuk mengenali implikasi dari
gejala-gejala ringan atau spesifik. Karena tidak ada tes yang tepat untuk PID,
diagnosis biasanya berdasarkan temuan klinis.
Jika
ada gejala seperti sakit perut bagian bawah, penyedia layanan kesehatan harus
melalukan pemeriksaan fisik untuk menentukan sifat dan lokasi rasa sakit dan
memeriksa demam, cairan vagina atau leher rahim normal, dan untuk mendapatkan
bukti infeksi gonorrheal atau klamidia. Jika temuan menunjukan PID, pengobatan
diperlukan.
Penyedia
layanan kesehatan juga dapat melekukan tes untuk mengidentifikasi organism
penyebab infeksi (misalnya, infeksi klamidia atau gonorrheal) atau untuk
membedakan antara PID dan masalah lain dengan gejala yang sama. USG panggul
merupakan prosedur untuk membantu mendiagnosa PID.
Dengan
USG kita dapat melihat daerah panggul dan melihat apakah saluran tuba membesar
atau apakah ada abses. Dalam beberapa kasus, laparoskopi mugkin
diperlukan untuk menkonfirmasikan diagnosis. Laparoskopi adalah
prosedur pembedahan dimana suatu tabung, tipis kaku dengan ujung menyala dan
kamera (laparoskop) dimasukan melalui sayatan kecil diperut. Prosedur ini
memungkinkan dokter untuk melihat organ panggul internal dan untiuk mengambil
specimen untuk penelitian laboratorium, jika diperlukan.
Sekian
informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada
pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter
Online” di bawah ini. Terima kasih.
article
from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar