Pengobatan infertilitas tergantung kepada
jenis dan beratnya gejala, usia penderita dan rencana kehamilan. Jika
tidak terjadi hirsutisme, bisa diberikan progentin sintetis atau pil KB. Tetapi
kedua obat tersebut tidak diberikan jika penderita ingin hamil, telah memasuki
masa menopause atau memiliki resiko tinggi terhadap penyakit jantung dan
pembuluh darah. Progestin sintetis juga diberikan untuk mengurangi resiko
kanker endometrium akibat tingginya kadar estrogen.
Untuk mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan bisa dilakukan pencukuran dengan elektrolisis, pencabutan, pemakaian lilin atau cairan maupun krim perontok rambut (depilatori).
Untuk mengurangi pertumbuhan rambut yang berlebihan bisa dilakukan pencukuran dengan elektrolisis, pencabutan, pemakaian lilin atau cairan maupun krim perontok rambut (depilatori).
Jika pemberian obat-obatan
tidak efektif, penderita bisa menjalani pembedahan untuk mengangkat sebagian
ovarium (reseksi baji) atau kauterisasi kista (menghancurkan kista dengan arus
listrik). Pembedahan bisa merangsang pelepasan sel telur tetapi biasanya
merupakan pilihan terakhir karena bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut
dan mengurangi kemampuan penderita untuk hamil.
Diagnosis ditegakkan
berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (pemeriksaan panggul). Pemeriksaan
yang biasa dilakukan:
-
Kadar LH dan FSH (rasio LH dan FSH biasanya meningkat)
-
USG vagina
-
Laparoskopi
-
Biopsi ovarium
-
Kadar androgen, estrogen.
Gejala biasanya muncul pada masa pubertas, yaitu berupa:
-
Obesitas
-
Hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih yang mengikuti
pola pria, misalnya rambut tumbuh di dada dan wajah)
-
Oligomenore (menstruasi abnormal, tidak teratur dan
sedikit)
-
Amenore
-
Kemandulan
-
Payudara mengecilecreased breast size
-
Jerawat
-
Virilisasi (maskulinisasi, tanda-tanda kejantanan).
Pertumbuhan rambut berlebih juga bisa diatasi dengan spironolakton (obat yang menghambat pembentukan dan aksi hormon pria). Efek samping dari spironolakton adalah peningkatan pembentukan air kemih, tekanan darah rendah, nyeri dada dan perdarahan vagina yang tidak teratur.
Spironolactone juga bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, karena itu penderita yang mendapatkan spironolakton sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi. Jika penderita masih ingin hamil, bisa diberikan clomifene (obat yang merangsang pelepasan sel telur oleh ovarium). Jika clomifene tidak efektif, bisa diberikan sejumlah hormon (misalnya FSH atau GnRH).
Beberapa hal yang harus
diperhatikan untuk nencegah dari kemandulan:
-
Penyalahgunaan Narkotika
Kecanduan narkoba adalah penyebab utama mengapa sang
istri tidak dapat hamil. Zat kimia yang mematikan yang terkandung dalam narkoba
dapat menghambat reproduksi hormon yang merupakan faktor pendukung untuk hamil.
Mantan pecandu narkoba juga tidak luput dari musibah, walaupun dia dapat hamil
tetapi kemungkinan besar bayi yang dilahirkannya cacat.
-
Mengkonsumsi Minuman Alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak atau sedikit tidak ada
bedanya, apalagi rutin, akan semakin memperparah keadaan dan kesehatan. Alkohol
dapat merusak organ reproduksi, akibatnya wanita sulit hamil.
-
Merokok
Bahaya merokok bagi wanita jauh lebih besar daripada
bagi laki-laki. Wanita merokok dapat
menyebabkan sulit hamil dan bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Jika dapat hamil,
kemungkinan bayi lahir cacat.
Jadi jauhi merokok. Menghirup asap rokok dari orang lain juga sebaiknya
dihindari, karena risiko yang ditimbulkan oleh perokok pasif tidak kalah mematikannya dengan perokok aktif.
-
Stress
Stress yang kronis dapat menyebabkan penderitaan fisik
dan mental. Ketika seorang istri berada dalam keadaan stress berat, biasanya
dia akan sulit tidur dan
mungkin mengalami depresi yang menyebabkan terganggunya produksi hormon dan
menurunnya kualitas hormon.
-
Keguguran
Kejadian yang satu ini adalah mimpi buruk yang besar
bagi wanita hamil. Pada trimester pertama janin yang ada dalam rahim masih
belum kokoh pada posisinya sehingga sangat rawan gugur karena berbagai
sebab. Keguguran terjadi
terutama karena kecelakaan kecil yang dialami sang ibu, tetapi berakibat fatal
bagi janin. Sekali saja seorang wanita mengalami keguguran, dia dapat mengalami
ketidakseimbangan hormon.
-
Ovulasi Tidak Teratur
Faktor – faktor diatas memberi kontribusi pada ovulasi yang menjadi tidak
teratur. Penelitian membuktikan bahwa banyak wanita yang walaupun memiliki
periode haid bulanan yang baik tidak selalu memiliki ovulasi teratur. Hal ini
mengakibatkan sang wanita kesulitan untuk hamil.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from:
ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar